Tujuan :
- . Menentukan kehalusan semen Portland dengan menggunakan saringan no.100 dan no.200.
- Menjelaskan cara pelaksanaan pengujian kehalusan semen Portland.
- Mempergunakan alat pengujian dengan terampil
Dasar Teori :
Kehalusan
semen Portland adalah merupakan suatu faktor penting yang dapat mempengaruhi
kecepatan reaksi antara partikel semen dengan air. Dengan semakin halus butiran
semen Portland, maka reaksi hidrasi semen akan semakin cepat, karena hidrasi
dimulai dari permukaan butir. Semen merupakan bahan pengikat yang berfungsi untuk mengikat
agregat halus dan agregat kasar dengan air dalam suatu adukan, seperti adukan
beton atau plesteran. Pada ’tempat penulis kerja praktek’,
kontraktor membuat berita acara untuk persetujuan pemakaian tipe atau merk
semen yang digunakan dan tidak boleh merubah tipe atau merk tanpa alasan yang
kuat dan khusus serta persetujuan dari pihak konsultan Menajemen Konstruksi
(MK). Semen yang digunakan adalah semen Holcim. Untuk keperluan
pembuatan campuran beton, semen harus memenuhi syarat-syarat sesuai dengan
standar Normalisasi Indonesia (NI)-8 sebagai berikut.klik disini
- Waktu pengikatan awal untuk segala jenis semen tidak boleh kurang dari
1 jam (60 menit).
- Pengikatan awal semen normal 60 – 120 menit.
- Air yang digunakan memenuhi syarat air minum, yaitu bersih dari zat
organis yang dapat mempengaruhi proses pengikatan awal.
- Suhu ruangan 23° C.
Peralatan
Pengujian :
a.
Saringan no.100, saringan no.200, dan PAN
sesuai menurut standar ASTM.
b. Neraca analitik kapasitas maksimum 2000 gram
dengan ketelitian 0,1
c. Kuas dengan ukuran tangkai
dan bulu kuas yang sesuai untuk keperluan ini.
Bahan Uji :
Contoh Semen Portland sebanyak 50 gram. klik disini
Prosedur
Pelaksanaan :
a.
Benda uji semen
dimasukkan ke dalam saringan no.100 yang terletak di atas saringan no.200 dan
dipasang PAN di bawahnya.
b.
Saringan
digoyangkan perlahan-lahan, sehingga bagian benda uji yang tertahan kelihatan
bebas dari partikel-partikel halus (pekerjaan ini dilakukan antara 3 sampai 4
menit).
c.
Kemudian saringan
ditutup dan PAN dilepaskan, saringan diketok perlahan-lahan dengan tangkai kuas
sampai abu yang menempel terlepas dari saringan.
d.
Sisi bagian
bawah saringan dibersihkan dengan kuas, PAN dikosongkan dan dibersihkan dengan
kain kemudian dipasang kembali.
e. Kemudian saringan ditutup dengan hati-hati,
bila ada partikel kasar yang menempel pada tutup maka dikembalikan ke saringan.
f. Dilanjutkan penyaringan dengan
menggoyang-goyangkan saringan perlahan-lahan selama 9 menit.
g.
Saringan
ditutup, penyaringan dilanjutkan selama 1 menit dengan cara menggerakkan
saringan ke depan dan ke belakang dengan posisi sedikit dimiringkan. Kecepatan
gerakan kira-kira 150 kali permenit, setiap 25 kali gerakan putar saringan
kira-kira 60°.
Pekerjaan ini dilakukan di atas kertas putih, bila ada partikel yang keluar
dari saringan atau PAN maka akan tertampung di atas kertas, kembalikan ke dalam
saringan. Pekerjaan dihentikan setelah banda uji tidak lebih dari 0,05 gram
lewat saringan dalam waktu penyaringan selama 1 menit.
h.
Timbanglah
Benda uji yang tertahan di atas masing-masing saringan No. 100 dan No. 200
kemudian hitung dan nyatakan dalam prosentase berat terhadap benda uji semula. klik disini
Perhitungan
Kehalusan (F) = (A/B) x 100%
Dimana : F =
Kehalusan Semen Portland
A =
Berat Benda uji yang tertahan di atas masing-masing saringan No.100 dan No.200
B =
Berat Benda uji semula.
· Saringan
no.100
F = 0,00 : 50,00 x 100,0 % = 0,00 %
· Saringan
no.200
F = 4,30 : 50,00 x 100,00 % = 8,60 %
· PAN
F = 100,00 %
Pelaporan Hasil
Pengujian :
Tabel
1. Data Pengujian Kehalusan Semen Portland
Nomor Saringan
|
Tertahan (gram)
|
Kehalusan
|
|
Individu
|
Komulatif
|
%
|
|
No. 100
|
0,00
|
0,00
|
0,00
|
No. 200
|
4,30
|
4,30
|
8,60
|
Pan
|
45,7
|
50,00
|
100.00
|
Jumlah
|
50,00
|
||
Kesimpulan :
Dari hasil
percobaan di atas didapat data-data yang telah memenuhi syarat yang sesuai
dengan standart ketetapan kehalusan semen portland. Benda uji memenuhi syarat
kehalusan 0% tertahan diatas saringan No. 100 dan pada saringan no. 200
menunjukkan kehalusan sebesar 8,60 % (maksimal 22% yang tertahan diatas
saringan no. 200)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar